Halaman

Tampilkan postingan dengan label Laporan IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan IPA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 September 2012


LEMBAR KERJA SISWA  
ENZIM  



JUDUL           : Faktor yang memepengaruhi kerja enzim

TUJUAN        : Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim

MATERI          : Kerja enzim di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Ph, suhu, jumlah subtrat,
Dalam hati banyak terdapat  enzim katalase yang mengubah hidogen peroksida    menjadi oksigen dan uap air . Hydrogen peroksida perlu diurai menjadi air dan oksigen karena  bersifat racun bagi tubuh .

ALAT dan BAHAN   :
1.           Hati ayam
2.           HCl 10 %
3.           H2O2
4.           korek api
5.           bunsen
6.           batang lidi
7.          Morir dan alu
8.          Sikat pembersih
9.          2 tabung reaksi
10.      Air suling

CARA KERJA :
a. Menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu.
b. Mengambil hati ayam secukupnya dan dihaluskan pada mortir dengan alu. Menambah air
    suling untuk mempermudah menghaluskan hati.
c. Setelah halus, dimasukkan sedikit hati tersebut kedalam 2 tabung reaksi.
d. Pada tabung reaksi I, diberi H2O2 dan mencatat hasil reaksi kedalam tabel pengamatan.
e. Pada tabung reaksi II, diberi H2O2 dan HCl 10 % dan mencatat hasil reaksi tersebut ke dalam

Jumat, 07 September 2012


Laporan Penelitian

Percobaan                          : Kenaikan titik didih larutan
Hari/tanggal percobaan       : Rabu, 05 september 2012

Tujuan                                : Untuk mengamati kenaikan titik didih larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Alat                                    : 1. Gelas kimia  (1 buah)
                                            2. Pembakar spirtus (1 buah )
                                            3. Kaki tiga ( 1 buah )
                                            4. Termometer ( 1 buah )
                                            5. Kasa ( 1 buah )
Bahan                                   : 1. Aquades
                                              2. NaCl
                                              3. Urea
Cara Kerja                           :
1.       1. Menyiapkan kaki tiga dan kasa terlebih dahulu. Kemudian, meletakkan pembakar spirtus yang sudah    dinyalakan di bawah kaki tiga.
2.       2. Dimasukkan aquades ke dalam gelas kimia sebanyak 60 ml. kemudian, diletakkan gelas kimia tersebut diatas kasa.

Kamis, 30 Agustus 2012

Laporan penelitian pda cabe rawit


LAPORAN BIOLOGI
“ Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit”




     KATA PENGANTAR



Puji syukur kehadirat Allah SWT yang atas rahmat-Nya, karena penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “ Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit”
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas semester 2.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa, masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan oleh penulis demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.


Surabaya, 21 Maret 2012
Penulis,


  DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL                                                                                      
PENGANTAR                                                                                              
DAFTAR ISI                                                                                                 
BAB I     PENDAHULUAN                                                                        
1.1     LATAR BELAKANG……………………………………………………………… .1
1.2     RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………… 2
1.3     TUJUAN PENELITIAN……………………………………………………………. 2
1.4     MANFAAT…………………………………………………………………………. 2
BAB II     DASAR TEORI………………………………………………………………...2
2.1       HIPOTESA……………………………………………………………………..... 4
BAB III    METODELOGI PENELITIAN
3.1       POPULASI DAN SAMPEL………………………………………………………4
3.2       IDENTIFIKASI VARIABEL…………………………………………………….. 4
3.3       DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL………………………………………... 5
3.4       PROSEDUR KERJA
      3.4.1 ALAT DAN BAHAN………………………………………………………….. 5
      3.4.2 LANGKAH KERJA………………………………………………………...…. 5
BAB IV  PENUTUP
  1. TABEL HASIL PENELITIAN……………………………………………………... 6
  2. ANALISA DATA………………………………………………………………...... 8
BAB V
KESIMPULAN………………………………………………………………………….. 11
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….… 12

Selasa, 31 Januari 2012

Laporan Uji Larutan asam-basa


Larutan Asam-Basa

Tujuan       : Mengidentifikasi larutan Asam dan Basa.

Alat dan Bahan percobaan :

1.    Tabung reaksi.
2.    Rak tabung reaksi.
3.    Lumpang porselen dan penumbuknya.
4.    Plat tetes.
5.    Pipet tetes.
6.    Lakmus merah dan biru.
7.    Indikator universal.
8.    Larutan  H2SO4, HCl, CH3COONa, NH4OH, KOH, NaOH.
9.    Air jeruk dan air sabun.
10.  Aquades.
11.  Kunyit.
12.  Beberapa mahkota bunga yang berbeda warna.


Langkah-langkah percobaan:

1.    Potong lakmus merah dan biru menjadi 8 bagian.
2.    Setelah itu, letakkan potongan lakmus merah dan biru tersebut kedalam plat tetes.
3.    Tetesi setiap lubang pada plat tetes yang ada potongan lakmus merah dan biru dengan larutan H2SO4, HCl, CH3COONa, NH4OH, KOH, NaOH dengan menggunakan pipet tetes.
4.    Kemudian, masukkan kertas indikator universal untuk mengetahui PH yang ada pada larutan yang diamati.
5.    Setelah selesai, cuci plat tetes dan ulangi langkah ketiga dan keempat tetapi dengan menggunakan air jeruk dan air sabun.
6.    Catat hasil percobaan pertama.
7.    Setelah itu, potong kunyit kecil-kecil dan tumbuklah dengan alu pada lumpang porselen jangan lupa diberi aquades ( air suling ) karena yang diteliti adalah air dari kunyit tersebut.
8.    Jika kunyit sudah ditumbuk rata, ambil airnya dan letakkan pada 2 tabung reaksi Kemudian, tetesi tabung reaksi yang berisi air kunyit tersebut dengan air jeruk dan air sabun. Lihatlah perubahan warna yang terjadi pada kedua tabung reaksi. Akankah ada warna yang berubah atau tidak.
9.    Kemudian, cuci Lumpang porselen dan penumbuknya tersebut samapai bersih. Dan, isilah lumpang tersebut dengan potongan mahkota bunga (1 mahkota bunga dulu. Misalnya, mahkota warna merah dulu), jangan lupa untuk diberi aquades. Setelah itu, tumbuk mahkota bunga itu sampai rata dan ambil airnya untuk dimasukkan ke 2 tabung reaksi dan ditetesi dengan air jeruk dan air sabun.
10.  Ulangi langkah ke-9 dengan warna mahkota yang berbeda.
11.  Kemudian, catat hasil percobaan yang kedua.


Hasil Percobaan :

1. Uji larutan Asam-Basa
No.
Bahan yang diuji
Lakmus
PH
Kesimpulan
Merah
Biru
Asam

Basa

1.
H2SO4
Merah
Merah
0
-
2.
HCl
Merah
Merah
0
-
3.
CH3COONa
Merah
Merah
6
-
4.
NH4OH
Merah
Biru
7
-
5.
KOH
Biru
Biru
10
-
6.
NaOH
Biru
Biru
12
-
7.
Air  Jeruk
Merah
Merah
0
-
8.
Air Sabun
Merah
Biru
7
-

2. Uji Larutan Asam-Basa menggunakan bahan alami
No.
Bahan
Perubahan Warna
Air Jeruk
Air Sabun
1.
Kunyit
Kuning ( tetap )
Merah
2.
Bunga Merah
Merah ( tetap )
Biru
3.
Bunga Putih
Putih    ( tetap )
Biru
4.
Bunga Kuning
Kuning ( tetap )
Merah

Kesimpulan :

Bahwa jika kita menguji suatu larutan dengan menggunakan kertas lakmus merah dan biru kita akan mengetahui larutan tersebut termasuk larutan asam atau basa. Dan dengan kertas indikator universal, kita dapat mengetahui berapa PH dari larutan tersebut.
Jika kertas lakmus biru berubah menjadi merah, dan kertas lakmus merah tetap merah maka larutan tersebut mengandung Asam.
Dan jika kertas lakmus biru tetap biru dan lakmus merah jadi biru, maka larutan tersebut mengandung Basa.
Serta, jika kertas indikator universal menunjukkan angka 0-7 maka larutan tersebut mengandung Asam.
Dan jika kertas indikator universal menunjukkan angka 7-14 maka larutan tersebut mengandung Basa.
Kita dapat menentukan angka 0-14 dengan warna pada kertas indikator universal yang akan berubah jika kita memasukkannya pada suatu larutan yang mengandung asam dan basa.

Kamis, 17 Februari 2011

proposal kimia ( larutan elektrolit )

LARUTAN ELEKTRONIK dan NON ELEKTRONIK

I. Tujuan : Mengidentifikasikan karakteristik larutan elektrolit dan non elektrolit
II. Alat dan Bahan percobaan :
            a. Air   50 ml
            b. Garam dapur
            c. Cuka
            d. Sabun Colek
            e. Batrai Baru min 4.5 v
            f. Kabel  1m
            g. Tripleks/ papan
            h. 2 Batang karbon pada batrai
            i. Lampu Senter dan kupingan
            j. Tisu / Kain Lap
            k. Isolasi
            l. Gunting

III. Langkah-langkah percobaan:

            1. Siapkan papan terlebih dahulu, kemudian ambil batang karbon pada batrai  
                bekas.
2. setelah itu, pasang lampu pada bagian tengah kabel. Kemudian, tempel 
    kabel bersama Lampu pada papan dengan menggunakan perekat .
3. Setelah kabel dan lampu dilekatkan pada papan, kemudian batang karbon
                ikatkan pada kabel.
4. langkah selanjutnya yaitu, mengecek nyala lampu dengan cara
    menempelkan kedua batang karbon.
5. Jika lampu menyala, lampu siap untuk dibuat percobaan.
            6. pada tahap percobaan, siapkan air, larutan garam, larutan gula,  larutan
                cuka, larutan HCl,H2SO4, NaOH, dan larutan sabun (masing – masing
                larutan 60 ml => air 50 ml dan unsur  kimia lainnya 10 ml )
7. Setelah larutan siap untuk diujikan, masukan batang karbon ke masing –
    masing larutan. Saat berganti larutan, batang karbon dicuci dengan air kran
    dan di keringkan dengan tisu, saat akan diujikan ke larutan yang lain.
8. Setelah melakukan percobaan lalu membuat tabel  kesimpulan kandungan elektrolit 
    yang telah diuji  coba.


IV. Hasil Percobaan
NO
NAMA LARUTAN
GELEMBUNG GAS
NYALA LAMPU
1
Air
-
2
Larutan garam
3
Larutan gula
-
4
Larutan cuka
-
5
Larutan HCL
6
Larutan NaOH
7
Larutan H12SO4
8
Larutan sabun


V. Pembahasan:

                Air ada gelembung gas ,itu berarti air memiliki larutan elektrolit tetapi elektrolit lemah yang menyatakan bahwa lampu tidak menyala.
Larutan garam ada gelembung gas, itu berarti larutan garam memiliki larutan elektrolit jenis kuat yang menyatakan bahwa lampu menyala terang.
            Larutan gula ada gelembung gas, itu berarti air memiliki  larutan elektrolit tetapi elektrolit lemah yang menyatakan bahwa lampu tidak menyala.
            Larutan cuka ada gelembung gas, itu berarti larutan garam memiliki larutan elektrolit jenis lemah yang menyatakan bahwa lampu tidak menyala.
            Larutan HCL ada gelembung gas, itu berarti larutan garam memiliki larutan elektrolit jenis kuat yang menyatakan bahwa lampu menyala terang.
            Larutan NaOH ada gelembung gas, itu berarti larutan garam memiliki larutan elektrolit jenis kuat yang menyatakan bahwa lampu menyala terang.
            Larutan H12SO4 ada gelembung gas, itu berarti larutan garam memiliki larutan elektrolit jenis kuat yang menyatakan bahwa lampu menyala terang.
            Larutan sabun ada gelembung gas, itu berarti larutan garam memiliki larutan elektrolit jenis kuat yang menyatakan bahwa lampu menyala terang.

VI. Kesimpulan

Dari hasil percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa semua larutan yang disebutkan diatas mengandung larutan elektrolit kuat (garam,cuka,NaOH,HCl,H12SO4,sabun),dan larutan elektrolit lemah(air,gula) hal tersebut terbukti karena munculnya gas gelembung pada batang karbon yang dicelupkan dalam beberapa larutan. Serta, tidak semua larutan tersebut dapat menyalakan sebuah lampu.